<!-- Start of Zendesk Widget script -->
<script id="ze-snippet" src="https://static.zdassets.com/ekr/snippet.js?key=0e08410c-3de9-4186-8072-b8862cb6a717"> </script>
<!-- End of Zendesk Widget script -->

BERBAGAI TIPE MICROPHONES & KEGUNAANYA

4
Sep

BERBAGAI TIPE MICROPHONES & KEGUNAANYA

4 September 2018

Kalo monitor speaker itu ibarat “kacamata” seseorang untuk melihat (mendengar), Microphones itu bisa diibaratkan sebagai “jaring” untuk menangkap mangsa yang terlihat.

Ada berbagai macam “jaring” (microphones) yang saat ini ada seiring dengan perkembangan teknologi, menjadikan pemilihan “jaring” (microphones) ini menjadi sangat penting untuk mendapatkan “mangsa” yang sesuai kita inginkan.

Contohnya, jika ingin menangkap mangsa yang besar, tentu saja dengan “jaring” kecil & sensitive tidak akan kuat menahan beban-nya. begitu juga sebaliknya, jika mangsa nya kecil dan kita menggunakan “jaring” yang terlalu besar, akan membuang waktu & tenaga.

Untuk itu, penting sekali kita tau setiap kelebihan & kekurangan tiap “jaring” (microphones) yang akan kita gunakan untuk menangkap mangsa kita sebaik2nya.

Ada beberapa tipe microphones secara umum terbagi menjadi:

1. DYNAMIC

Microphone jenis ini menggunakan teknologi moving coil yaitu kumparan yang ditaruh dalam medan magnet untuk menangkap perbedaan tekanan udara (suara). Kharakter microphone jenis ini adalah : Tahan terhadap tekanan suara besar, tidak begitu sensitive, berkharakter soft (tumpul) karena “Attack/transient” suara tidak ditangkap secara maksimal, membutuhkan amplifier yang besar untuk mengangkat gain.

2. CONDENSOR

Microphones jenis ini menggunakan teknologi diagpraghm yang dialiri listrik (48volt AC) untuk menangkap perbedaan tekanan udara (suara). karena itu, power listrik tambahan diperlukan (biasa disebut “Phantom Power”). Kharakter microphones jenis ini adalah: sangat sensitive, tidak terlalu kuat dalam menangkap tekanan suara yang besar, memerlukan tambahan power (phantom) untuk menggunakannya, tidak memerlukan gain (pre-amp) yang terlalu besar, menangkap “Attack/transiet” suara dengan sangat detail. Cocok untuk recording studio, terutama vocal.

3. RIBBON

Microphones jenis ini menggunakan teknologi pita (ribbon) yang diberi medan magnet untuk menangkap perbedaan tekanan udara (suara). Kharakter microphones jenis ini adalah diantara kedua tipe diatas, yaitu: tidak terlalu sensitive, memiliki kharakter yang lebih “warm” & menangkap “Attack/transient” yang cukup natural. namun pemeliharaan mic ini menjadi kendala bagi beberapa orang karena pita (ribbon) yang cukup sensitive terhadap material logam sekitar, penyimpanan yang salah dapat merubah bentuk dari pita tersebut dan resiko pita rusak karena asupan listrik yang kurang baik.

Dengan mengetahui setiap kharakter diatas, kita akan tau kira-kira microphones mana yang paling cocok untuk aplikasi kita dan kita bisa mendapatkan sound yang paling cocok/ “natural” saat recording.

Semoga bermanfaat!

– sam kevin –

note: Please share if you find this useful!

(pic: www.lewitt-audio.com)