<!-- Start of Zendesk Widget script -->
<script id="ze-snippet" src="https://static.zdassets.com/ekr/snippet.js?key=0e08410c-3de9-4186-8072-b8862cb6a717"> </script>
<!-- End of Zendesk Widget script -->

LEWITT : MADE BY PASSION

4
Sep

LEWITT : MADE BY PASSION

4 September 2018

Sebuah karya akan menjadi kenyataan jika kita dilakukan dengan sepenuh hati. Roman Perschon dengan berani keluar dari pekerjaannya di sebuah perusahaan microphone terkemuka di eropa karena merasa visi dan kreativitasnya tertekan oleh sebuah sistem birokrasi konglomeratisme yang membuat dia merasa tidak dapat berkembang lebih jauh lagi.
Dalam otaknya selalu tercetus pikiran untuk membuat sebuah microphone yang lebih baik dan mampu memberikan dorongan untuk berkreasi bagi siapapun yang menggunakannya.
Roman berhenti bekerja dan mulai mengemas tas punggung yang lalu akan dibawanya berkelana keseluruh dunia untuk mencari seseorang yang bisa diajak untuk bekerjasama dalam menjemput sebuah impian terbesarnya yaitu membuat sebuah microphone.
Roman menemukan seorang sosok keturunan China yang bernama Ken Yang. Ken tumbuh dan besar di Sydney mempunyai visi dan keinginan yang sama dengan sama dengan Roman yang juga kebetulan mempunyai keturunan sebagai generasi kedua dari salah satu keluarga manfucaturing microphone terbesar di asia. Ken setuju untuk berbagi fasilitas dan informasi bersama Roman yang akhirnya menamakan microphone yang dia buat dengan naman Lewitt.
Pada tahun 2009 akhirnya Roman memberikan visi dan misinya pada tim teknis untuk mulai diproduksi dalam bentuk protoype. Banyak masalah yang dihadapi dalam membuat sebuah microphone yang berkualitas dan berkarakter. Tapi berkat kesabaran dan ketekunan yang merupakan kelebihan utama dari Roman untuk tetap membuat berbagai design dan jenis microphone, pada akhirnya di NAMM 2010 dan Prolight+Sound, Roman dan Lewitt akhirnya mengeluarkan secara resmi kepublik dan ribuan orang berkunjung dan mencoba secara langsung , dan mereka terpukau dengan kualitas dan kejernihan suara dari Lewitt.

Sejak saat itu Lewitt mulai berkembang dipelosok dunia dan Roman mulai berkelana kembali keseluruh dunia untuk memperkenalkan dan mendistribusikan secara langsung Lewitt. Salah satu prestasi nyata Roman dan Lewitt adalah  memberikan support yang di gunakan oleh Derrick Wright dalam Adele World tour di tahun yang sama selain banyak lagi kegiatan baik di dalam studio maupun live yang menggunakan Lewitt sebagai microphone utama dalam system audio. Sebagai contoh Tribute To Michael Jackson di Wales dan CMJ Music Marathon di New York.

Berawal dari sebuah keinginan untuk berkembang dan berkreasi menembus batas Lewitt dan Roman Perschon membuat sebuah microphone yang akan menjadi sebuah maha karya dikemudian hari. Di dorong oleh passion dan jiwa besar tidak lama lagi Lewitt akan menjadi salah satu microphone yang akan digunakan banyak musisi dan engineer.
Jika anda mempunyai hasrat dan keinginan kuat seperti Roman, tidak salah jika anda mencoba Lewitt yang lahir dari keinginan kuat dan passion.