<!-- Start of Zendesk Widget script -->
<script id="ze-snippet" src="https://static.zdassets.com/ekr/snippet.js?key=0e08410c-3de9-4186-8072-b8862cb6a717"> </script>
<!-- End of Zendesk Widget script -->

LEWITT DTP 340 REX REVIEW

4
Sep

LEWITT DTP 340 REX REVIEW

4 September 2018

Ada yang membuat saya penasaran ketika pertama kali melihat kehadiran Lewitt DTP 340 REX. Saya belum pernah mendengarkan hasil suara yang di tangkap oleh mic buatan Austria itu. Tapi yang jelas sang mic designer adalah seorang yang sudah lama  menjadi bagian pengembangan dari salah satu pembuat mic kelas dunia dari eropa.

Sampai pada suatu ketika saya berkesempatan mencoba langsung. Bersama rekan-rekan saya mencoba DTP 340 REX untuk melakukan miking pada sebuah bass drum berukuran 22 inch buatan Pearl.

Ketika dicoba, well it is good! Anda tidak perlu takut dengan kualitas suara yang mengecewakan bahkan hampir tidak berbeda dengan mic untuk bass drum yang legendaris. Memang DTP 340 REX tetap memliki karakteristik yang unik. Respon di low frequency sangat baik (let say di sekitar 100hz) membuat suara yang di tangkap oleh mic beresonansi hingga menyentuh dada anda saat menggunakan microphone tersebut. Mid range attack pun sangat baik walau agak sedikit kasar, tapi jika anda menyukai suara yang sedikit “berpasir” untuk suara bass drum anda. Ini adalah mic yang cocok.

Jika digunakan untuk inside miking bass drum, suara low akan tertangkap dengan baik dan jika digunakan untuk sound hole miking suara mid range attack akan memberikan tone yang jelas. Yang pasti mic ini dapat digunakan untuk beberapa pilihan drum miking anda baik inside miking bass drum, ataupun sound hole outside bass drum miking. Jika anda mengharapkan suara floor tom yang mendentum anda bisa juga menggunakan DTP 340 REX.

Design akustik dari Lewitt DTP 340 REX dapat memisahkan sumber suara utama dari bocoran suara sekitar. Selain ada juga pilihan switchable response frequency yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan rekaman atau live anda. + untuk FFR (Flat Frequency Response) dan =EFR (Enhanced Frequency Response). Yang jelas pada saat kita memilih EFR akan terjadi sedikit boost di range 20hz sampai 150 hz, sedikit scoop di 300hz-500hz dan boost 3Khz-5Khz juga 10Khz.

Secara keseluruhan mic ini akan berada pada level yang sama dengan AKG D112 dan Audix D6. Agak sedikit kasar dibandingkan dengan D112 tapi lebih halus dibandingkan Audix D6. Lewitt akan menjadi sebuah brand dimasa depan yang bisa menjadi pilihan anda.

Berani mencoba dan tampil beda?