<!-- Start of Zendesk Widget script -->
<script id="ze-snippet" src="https://static.zdassets.com/ekr/snippet.js?key=0e08410c-3de9-4186-8072-b8862cb6a717"> </script>
<!-- End of Zendesk Widget script -->

#PASSIONSHARE NGULIK SANTAI (REVIEW) FOCUSRITE ISA TWO DENGAN INDRA Q

4
Sep

#PASSIONSHARE NGULIK SANTAI (REVIEW) FOCUSRITE ISA TWO DENGAN INDRA Q

4 September 2018


Audiolovers, kali ini kita ada passion share dengan musisi dan musik producer ternama mas Indra Q. Dimana kita akan ngulik tentang salah satu Pre Amp dari FOCUSRITE , FOCUSRITE ISA TWO

Sebelumnya mas Indra Q menggunakan pre Amp yang sudah ada yakni Neve Clone,GAP73, dimana karakter nya neve itu vintage, dark, dan tebal. Karena kebutuhan produksi Music untuk film yang sedang di Garap , karakter pre Amp dari Neve Clone itu tidak sesuai dengan film yang sedang di garap mas Indra. Dalam film yang di garap itu mas Indra butuh sound yang lebih modern dan bright. Jatuhlah pilihan kepada Focusrite ISA Two.

Setelah di coba Mas Indra langsung tertarik. Awalnya Pre Amp ini dicoba di jadikan line Pre Amp untuk mastering, di insert di chain analog mastering. Menurut Mas Indra Q setiap perubahan Gain dan perubahan trim ada eskalasi di balance dari layer-layer mixingan. Vokal bisa terkesan “maju atau mundur”, dan bisa terdengar agak “ngompress” keseluran padahal ini stereo audio karena lagi mastering.

Dari colouring, jalur line in focusrite itu glossy menurut mas Indra Q. Modern Glossy cenderung transparan kata nya. Sehingga kesannya dapat banget bright nya.

Setelah itu mas Indra Q juga coba instrument in untuk bass. Cukup Amazed dengan karakter dari instrument pre Amp ini. Modern Glossy, bright, tajam , tetapi tetap nyaman di telinga.

Akhir kata Mas Indra bilang, “Ada banyak kemungkinan Kreativitas bebunyian dengan menggunakan Pre Amp FOCUSRITE ISA TWO” ..

Thanks Mas Indra buat waktu nya Ngulik bareng Pre Amp ini. Sukses selalu dan lancar Produksi nya mas!! Mantaab.