<!-- Start of Zendesk Widget script -->
<script id="ze-snippet" src="https://static.zdassets.com/ekr/snippet.js?key=0e08410c-3de9-4186-8072-b8862cb6a717"> </script>
<!-- End of Zendesk Widget script -->

PEREDAMAN AKUSTIK VS TREATMEN AKUSTIK, 2 HAL YANG BERBEDA

4
Sep

PEREDAMAN AKUSTIK VS TREATMEN AKUSTIK, 2 HAL YANG BERBEDA

4 September 2018

This is a review from our project division “SINERGI PROFESSIONAL”. For more info please visit : www.sinergiprofessional.com

Tulisan ini saya buat untuk menjawab banyak-nya pertanyaan akhir-akhir ini kepada saya seputar akustik & kesalah pahaman masyarakat dalam usahanya melakukan peredaman, dan tidak sedikit orang yang kecewa karena kekurang tahuannya akan  akustik sehingga menjadi korban marketing produk akustik.

Permasalahan akustik merupakan hal yang sangat berhubungan dengan suara & reproduksinya.
Tanpa akustik ruangan yang baik sebagai media rambat suara, maka kita tidak akan mendapatkan suara yang maksimal dari audio system kita (speakers).

Kali ini, saya ingin share sedikit tentang beberapa pertanyaan tentang akustik yang paling sering dijumpai, yaitu:
Apa yang menjadi target/tujuan utama dari akustik?
Bagaimana cara meredam ruangan?
Apakah meredam saja cukup?

secara umum, tujuan utama akustik dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Peredaman : Menghindari suara tembus dari dalam ruangan keluar & sebaliknya.
    Ini merupakan target akustik yang paling rumit & memakan biaya yang cukup besar dibandingkan tujuan akustik lainnya.
    Secara ilmu fisika, suara merambat melalui media, dan selama media tersebut bersentuhan dengan media lain maka rambatan suara itu akan tetap tersalurkan dengan level yang berkurang terhadap waktu & jarak. Karena itu, cara paling effective dalam melakukan PEREDAMAN / ISOLATION ruangan adalah dengan membuat konstruksi baru, ini bisanya disebut dengan istilah “Room with a room” (membuat ruangan di dalam ruangan.
    Dalam konstruksi ini, biasa terdapat ruang rongga dengan panjang tertentu yang digunakan sebagai “sound trap/sound lock” yang berguna untuk meng-balikan fase dari suara sehingga terkunci di dalam rongga tersebut dan akhirnya tidak tembus keluar. Selain itu, materi lain seperti rockwool/glasswool biasa digunakan juga sebagai pelengkap di permukaan tembok.
    Dengan mengetahui ini, maka bisa dipastikan bahwa jika menggunakan/menempelkan materi peredam atau yang biasa disebut “absorber” di dinding TIDAK AKAN memberikan PEREDAMAN/ISOLASI yang 100%, bahkan materi tersebut hanya meng-absord (meredam) di frequency tertentu saja sesuai dengan materi yang digunakan.
    Banyak orang salah kaprah yang mengganggap ABSORBER itu sama dengan ISOLATION, dan mengganggap dengan menempelkan ABSORBER di dinding ruangan akan menjadikannya kedap suara.
  2. Treatment : Membuat agar suara di dalam ruangan tersebut memiliki frequency respond yang flat di seluruh frequency & merata di setiap sudut ruangan.
    Akustik treatment biasanya lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan peredaman.
    Tujuan dari akustik treatment ini adalah menghindari adanya frequency yang ter-double (standing wave) yang biasa dikarenakan ukuran ruangan (room mode), dan biasanya disebut echo.
    Ini dapat dilakukan dengan menempelkan panel-panel yang biasa disebut “diffusor” & “absorber”.

    Ada dua style dalam melakukan akustik treatment ini, yaitu:
    1. Absorb : meng-absorb frequency problem yang ada di ruangan.
    2. Diffuse : memencarkan frequency problem yang ada di ruangan.
    Setiap akustician (ahli akustik) biasa memiliki style/selera masing-masing dalam mengkombinasi kedua jenis materi diatas untuk mendapatkan flat respond dari ruangan.
    Tentu saja ada kelebihan & kekurangan dari setiap jenis tersebut, yaitu:
    – Ruangan ABSORB biasanya memiliki “image / position” yang lebih kuat dari ruangan full DIFFUSE. Jika kita memutar CD music, kita akan lebih mudah mengenali posisi dari setiap instrument. Kharakter ruangan ini biasanya terkesan DARK. contoh materi absorber yang paling sering dijumpai adalah: karpet, busa telor, dll.
    – Ruangan DIFFUSE biasanya memiliki “image/position” yang tidak sekuat ruangan ABSORB, namun memiliki image yang lebih lebar. Kita akan mendengarkan suara materi yang lebih luas dimensinya. Kharakter ruangan ini biasanya terkesan BRIGHT. contoh materi diffusor: Skyline diffusor, RPG diffusor, BAD diffusor (kebanyakan dari kayu/triplek), dll.

 

ilmu Akukstik merupakan ilmu art dimana tidak ada style manapun yang lebih baik. Itu tergantung dari kegunaan/tujuan aplikasi dari ruangan tersebut dan juga style dari acoustician tersebut.

by: Sam Kevin